Akhirnya ku menemukanmu…

#Sekian lama tak posting tulisan, rindu pula akan luapan hati dan sharing ilmu dan pengalaman

#finally married and be new mom

akhirnya kumenemukanmu
saat hati ini mulai merapuh
akhirnya kumenemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh

kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:
jika nanti ku sanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

Dengung pelan lagu ini seolah mengingatkanku pada setahun lalu, memori di tahun 2014 akhir ketika pilihan itu hadir dalam hidupku. Seseorang yang mengajakku untuk tak sekedar menjalani kebersamaan tanpa arah, tetapi mengajak untuk membangun rumah tangga bersama.

all of us

Dengan segenap hatiku, dengan bermunajat padaNya, aku niatkan menjadi pasangan hidupnya, begitupula sebaliknya. Proses ini belangsung cukup cepat. Sekitar 2 bulan kami mengenal, saling mengenalkan kepada keluarga masing-masing, dan akhirnya diputuskan 14 Maret 2015 melangsungkan pernikahan. Alhamdulillah..setahun sudah kami bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling belajar memahami. Alhamdulillah pula 6 bulan sudah hadir di tengah kami, penyejuk hati kami, penyemangat kami dalam berikhtiar, buah hati kami 😀

 

 

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI continued

2013-11-06 13.05.46Waktu yang hanya 30 menit membuat kita harus memaksimalkan “mempromosikan diri” agar pewawancara yakin kita orang yang tepat untuk direkrut, dalam kasusku bidang ilmuku sebenarnya adalah Kimia Organik, agak menyimpang dari Material ataupun Metalurgi, sehingga aku meniatkan diri untuk berusaha semaksimal mungkin dalam tes ini. Saran untuk pemaksimalan wawancara salah satunya adalah menjawab dengan menghubungkan pengalaman kita sebelumnya. Misal aku menjawab dengan menghubungkan:

“Dari pengalaman saya menjadi ketua komunitas, maka….”

“Saya mendapatkan keterampilan…. ketika saya melaksanakan praktek kerja lapangan di….”

“Saya banyak mempelajari mengenai hal tersebut ketika saya di….”

Dan berbagai contoh lain sehingga tanpa mereka menanyakan background organisasi atau pengalaman kita, mereka bisa setidaknya mengetahui ketika kita menjawab pertanyaan mereka.

Ada beberapa trik yang juga bisa dilakukan dalam menjawab kelebihan kekurangan diri. Sebelumnya lebih baik teman-teman mendaftar list kelebihan kekurangan ini. Cara terbaik adalah mendeskripsikan kemampuan dan pengalaman terkait atas kelebihan itu. Ketika menjawab kelemahan, maka lebih baik ketika kita bisa memberikan bumbu nilai tambah didalamnya, dengan kata lain menjadikan kelemahan itu menjadi kekuatan kita, misal:

“Saya kadang tergesa-gesa dalam mengerjakan pekerjaan karena saya ingin segera menyelesaikannya dan bisa mengerjakan pekerjaan yang lain…”

“Saya kadang tidak sabar dalam menghadapi rekan kerja yang terlalu santai dalam bekerja, tetapi saya selalu berusaha sadar bahwa tiap orang memiliki cara pandang dan kemampuan yang berbeda-beda, dan saya tetap menghargai dan menghormati mereka…”

Beberapa hal yang bisa kutambahkan untuk sekedar sharing…

  • Silakan teman-teman pelajari dan gali lebih dalam dengan mencari di internet contoh-contoh pertanyaan yang muncul dalam wawancara. Berlatihlah seolah-olah pertanyaan tersebut ditanyakan dan pikirkan jawabannya. Sehingga ketika wawancara, rekan-rekan tidak membutuhkan banyak waktu untuk berpikir.
  • Dalam menjawab pertanyaan tentunya harus tenang, fokus memperhatikan isi pertanyaan dan menjawab ketika dipersilahkan.
  • Baju yang teman-teman pakai juga sangat penting dipersiapkan, rapi dan sopan.
  • Sempatkan membaca mengenai LIPI dan Puslit yang memanggil wawancara, karena itu sangat bermanfaat ketika wawancara (bisa dibaca dari website).
  • Beberapa hal yang juga diperhatikan adalah mengenai sikap, gerakan tangan, mimik muka, senyum, menjawab dengan optimis, tatapan mata yang meyakinkan serta salam dan jabat tangan kepada pewawancara.
  • Jangan lupa makan, berdoa, meminta doa dari keluarga ketika akan melaksanakan tes.

Selamat berjuang. Semoga sukses 🙂

baca juga:

Merengkuh Cita LIPI #6 Psikotes LIPI

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI

wawancara2Setelah tes psikotes LIPI dilewati, maka tibalah menuju tes wawancara, untukku ini hal yang menyenangkan, karena ini adalah pertama kalinya aku wawancara kerja. Beberapa hal yang bisa kushare mengenai wawancaraku di LIPI ini adalah:

  • Pewawancara berjumlah 3 orang berasal dari kantor Pusat penelitian (Puslit) dimana kita dipanggil wawancara (ada beberapa teman yang dipanggil untuk wawancara di 2 Puslit, beruntunglah mereka, karena ini memperbesar kesempatan diterima).
  • Pertanyaan yang diajukan terdiri dari 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Dan karena aku mencantumkan bahasa lain yang dikuasai adalah bahasa Jepang, maka aku diminta untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang (kebetulan salah satu pewawancara memahami bahasa Jepang).
  • Wawancara dilakukan dalam durasi waktu 30 menit (sangat pendek menurutku sehingga kita harus bisa memaksimalkan waktu wawancara ini)
  • Pertanyaan wawancara bergantung pewawancara sesuai list yang telah ditentukan dari LIPI, pertanyaan mana yang menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris kita tidak pernah tahu. Dari pengalamanku yang ditanya memakai bahasa inggris adalah mengenai kekurangan kelebihan. Teman lain ada yang ditanya tentang skripsi, ada lagi yang diminta menceritakan tentang diri sendiri dari kecil-dewasa, dan mungkin pertanyaan dalam bahasa inggris lain.
  • Skripsi diminta membawa ketika wawancara, tidak masalah jika tidak membawa yang asli atau hanya membawa duplikat. Ketika aku diwawancarai skripsiku dibuka-buka oleh salah satu pewawancara, tetapi tidak ada pertanyaan mengarah ke skripsiku. Tetapi beberapa teman ada yang ditanya mengenai hal tersebut. Maka bersiaplah dengan segala pertanyaan.
  • Pertanyaan ketika aku wawancara lebih berkutat pada: orientasi ke depan, sikap, tindakan ataupun keputusan kita terhadap suatu kasus, dll.

Wawancara ini bukan hal yang mengerikan, dari pengalamanku percakapan berlangsung dengan serius tapi santai, sehingga akupun merasa nyaman. Tunjukkan antusiasme dalam menjawab, tenang, cerdas taktis, dan optimis. Selamat berjuang 🙂

Baca Juga:

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI continued

Merengkuh Cita LIPI #6 Psikotes LIPI

Merengkuh Cita LIPI #6: Psikotes LIPI

Rasa optimis serta selalu menjadi diri sendiri sangat diperlukan…

belajarTulisan kali ini merupakan pengalamanku ketika tes psikotes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Setelah melewati tahap seleksi administrasi dan tes CAT, masuklah ke tahap tes psikotes dan wawancara. Tes psikotes CPNS LIPI secara umum tidak berbeda dengan kebanyakan tes kerja. Selain tentunya doa, hal lain yang harus dilakukan adalah berusaha. Beberapa hal yang penting untuk menaklukan tahap ini adalah mempelajari jenis/tipe soal psikotes agar bisa menyesuaikan diri jika berhadapan dengan soal psikotes tersebut. Memahami tujuan tiap jenis/tipe soal psikotes serta sejak dini membiasakan diri berlatih dengan soal psikotes tersebut. Rasa optimis serta selalu menjadi diri sendiri sangat diperlukan dalam tes ini. Beberapa tipe soal psikotes yang sering muncul diantaranya adalah:

  • Tes logika aritmatika (deret angka)
  • Tes logika penalaran (deret gambar 2 atau 3 dimensi)
  • Tes analog verbal (tes sinonim/antonim/analog suatu kata)
  • Kraeplien / pauli (penjumlahan gugus angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur)
  • Wartegg test (menggambar dari bentuk-bentuk tertentu yang telah ditentukan, seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung, serta menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah.)
  • Draw a Man Test (DAM) (menggambar sesorang, dideskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut)
  • Menggambar pohon (dengan kriteria pohon tertentu sesuai perintah)
  • Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) (tes yang terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri kita)

Lebih lengkap mengenai gambaran, contoh, tujuan, serta tips untuk mengerjakan jenis soal psikotes tersebut salah satunya bisa dibaca di http://malemminggu.wordpress.com/2010/08/25/9-bentuk-tes-psikologi-beserta-tips-menyelesaikannya/

 Yang terpenting berusaha yang terbaik

 Untuk mempelajari soal-soal psikotes banyak cara yang bisa dilakukan, membeli buku atau download soal di internet (pinjem saudara atau teman yang punya juga boleh). Aku sendiri dulu membeli satu buku soal psikotes yang bisa memberikan aku gambaran mengenai berbagai tes ini. Tes logika aritmatika, Tes logika penalaran, Tes analog verbal, Army Alpha Intelegence Test, dan Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) bisa dilatih dengan mengerjakan soal-soal dari buku-buku/internet.

kreapelinUntuk latihan tes Kraeplien / Pauli aku mencari di internet, deret angkanya aku print dan aku berlatih dengan itu. Yang perlu kupertajam adalah ilmu penjumlahanku…hehehe, jadi ketika menghadapi soal aku bisa langsung menuliskan angka sebisa mungkin dengan cepat dan tepat. Yang terpenting berusaha yang terbaik. Tenang dan fokus ketika mengerjakan.

Wartegg test waktu itu aku mencari jenis/tipe yang sering muncul di soal, aku searching di internet, dan aku berlatih untuk menggambar, ketika bentuk awal titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung, maka aku menentukan akan menggambar apa, jadi ketika tes sudah tidak banyak waktu terbuang untuk berpikir sehingga bisa langsung menggambar dengan tenang.

images

conoth gambar tes wartegg menggambar psikotes

Draw a Man Test (DAM) aku latih dengan melihat contoh di internet juga, lalu aku tentukan gambarku sendiri, waktu itu aku menggambar seorang peneliti perempuan berkerudung memakai jas lab kimia (sekitar usia 28an apa ya? Lupa), sedang melakukan aktivitas penelitian kimia di laboratorium LIPI (karena disiplin ilmuku Kimia). Aku menggambar laboratorium dengan segala perabotnya, ada meja lab, alat lab, dsbnya.

gambar pohon nangka

Tes menggambar pohon bisa disearching beberapa contoh di internet. Kalau aku tidak salah ingat waktu itu aku menggambar pohon nangka dengan daun kecil yang banyak, buah, punya batang kokoh, bercabang, akar, tanah, rumput, dan di dahan pohon ada burung kecil yang sedang bertengger.

Sayang kertas coretan gambar latihanku kutinggalkan di rumah, jadi aku belum bisa menunjukkan gambar-gambar latihanku. Mungkin ada beberapa jenis tes yang belum aku tuliskan di sini karena keterbatasan memoriku. Maka dari itu terus perdalam dari internet ataupun buku mengenail jenis soal-soal psikotes. Yang pasti sebelum mengerjakan soal, kita perlu memperhatikan dengan baik perintah dari soal psikotes yang akan dikerjakan, pastikan maksud dan tujuannya. Waktu juga sangat penting untuk diperhatikan. Gunakan waktu mengerjakan semaksimal mungkin dan perlu juga memperhatikan alokasi waktu yang diperlukan untuk mengerjakan. Jangan sampai terpaku pada satu soal. Sebelum dan sesudah mengerjakan berdoa, tak kalah penting sebelum berperang meminta restu/doa dari keluarga. Percaya diri, tidak perlu lirik kanan kiri, menjadi diri kita sendiri. Istirahat yang cukup sebelum tes akan sangat membentu karena tes ini membutuhkan tenaga dan kefokusan kita. Sebelum tes tentunya jangan sampai lupa mengisi perut.

Beberapa teman pernah menanyakan mengenai tes kemampuan bidang atau tes psikotes, apakah terdapat soal sesuai bidang kita/disiplin ilmu kita (misal disiplin ilmuku adalah kimia), tidak perlu khawatir, tes kemampuan bidang atau kalau di LIPI langsung disebut sebagai tes psikotes tidak menyertakan soal sesuai disiplin ilmu kita. Tidak mungkin panitia menyediakan soal dengan berpuluh disiplin ilmu. Nama tes kemampuan bidang, aku menduga ingin mengetahui potensi serta passion kita ke arah bidang apa.

Itu sedikit gambaran ketika aku menghadapi tes psikotes LIPI. Berlatih. Berjuang. Berusaha. Berdoa. Selamat berjuang bagi yang akan segera menapaki tahap tes ini. Semoga bisa memotivasi dan menginspirasi untuk bisa mempersiapkan dengan baik. Good luck.

Berlatih. Berjuang. Berusaha. Berdoa.

Baca Juga:

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI

Merengkuh Cita LIPI #7 Wawancara LIPI continued

Summer in Hokkaido

   DSC00609 In the middle of my master study, I get opportunities to go to Hokkaido Japan, followed summer program for period August 15th to August 27th, 2013. Hokkaido University initiated the creation of the Populations-Activities-Resources-Environments (PARE) Program concept in collaboration with the following six ASEAN universities: Bogor Agricultural University (IPB), Indonesia; Chulalongkorn University (CU), Thailand; Institute of Technology in Bandung (ITB), Indonesia; Kasetsart University (KU), Thailand; Thammasat University (TU), Thailand ; and University of Gadjah Mada (UGM), Indonesia. Total participant are about 50 students. The PARE Program is expected to produce leaders and create a network to support development in Asia. In this program, I have opportunities to engage in fieldwork in Japan’s Hokkaido region and group discussions during the intensive summer school. The theme of my group was addressing issues of food and nutrition. So, I will just explain about my group activities about our theme here.

DSC_6068_2 IMG_1120

As we know that the world past two decades have been characterised by rapid growth. The increasing number of humans population affect the increase in food human needed. The food production strongly depends on economic conditions, a policy, and the techniques. Food systems in developing countries are not always as well-organized and developed as in the industrialized world. The urban poverty in each country is highly dependent on country-specific experiences and policies. We learn a lot of things about food sustainability in some city in Hokkaido. Standard of food security of a each city can be seen from the availability, acces, utilization and stability. Recent food condition of Japan depends on the transport from foreign country because of the low self-sufficiency, but in the city we have visited, some city in Hokkaido has good strategy for the food security.

Agricultural, dairy farming and fishery product is the main product in Hokkaido. Unfortunately, we found some city in Hokkaido such as Nakagawa town have a problem with “depopulation”. The impact due to the rapid decline of people engaged in the agriculture and forestry sectors. The other hand, we also realize that some city have facility to support food and nutrition for sustainability such as Hybrid Subsurface Constructed Wetland System in Enbetsu Town that give treatment the wastewater from dairy farm, so the water can be release to the river safely. From Horonobe Town we learn about wastewater treatment from underground water that support environment revitalization. Recycling waste mechanism shown in Takikawa town. Wakkanai and Sarobetsu have major product in fishery, dairy farm and agricultural. In this city, we also learn about technology for support food sustainability, such as renewable power plan (windmill and mega solar) and also cooling storage to support agricultural product. Waste management and water treatment are managed very well by this city. The agricultural city, Wassamu, produces many kinds of vegetables. Wassamu also one of the important city with the agricultural center, reservoir for irrigation, compost making site and also rice storage facility.

Finally it can be said Hokkaido will contribute food self-sufficiency ratio improvement in Japan in the future, if they plan very well, give more innovation and make branding of products. In the addition, the other developing country such as Thailand and Indonesia should be learned from the food sustainability in Hokkaido and build the support facility to support the nation food security.

MY FIRST JOURNEY TO MALAYSIA

31072012588Menutup masa studi S1, aku mendapat kesempatan emas untuk bertolak ke Malaysia. Peluang untuk melakukan penelitian kecil lanjutan skripsiku bersama Prof. Bohari M. Yamin, seorang dosen senior di Universiti Kebangsaan Malaysia yang kebetulan tertarik dengan senyawa dalam skripsiku.

 Ini adalah pertama kali pengalaman aku keluar negeri. Sebenarnya Malaysia tetangga dekat, tetapi karena ini pengalaman pertamaku dan aku sendirian pula, maka aku sedikit khawatir. Setelah mempersiapkan segala keperluan, akhirnya aku terbang ke Malaysia. Sesampai di Bandara Malaysia, aku sempat bingung, ditanya pihak Bandara ketika di proses imigrasi dengan bahasa Inggris, eh aku jawab dengan Bahas Indonesia, maklum lupa kalau udah di luar negeri. Hahaha. Kocak deh, dah kayak TKI aja.

Sesampai di sana ternyata di luar aku sudah dijemput oleh Profesor. Harusnya aku bermalam di asrama Universitas, tetapi karena kedatanganku bertepatan dengan weekend maka aku belum bisa masuk ke asrama, aku akhirnya menginap di rumah profesor. Selama aku di Malaysia, profesor sangat baik, membantu dan mengajakku ikut serta jalan-jalan. Hingga aku bisa berkunjung ke Gedung Kembar, Trengganu dan ke Penang. Ketika ahirnya aku di asrama, tiap pagi dan petang profesor berkenan antar jemput dengan mobil beliau.

20120727_000751  20120718_003947

Terkait dengan penelitian, aku harus banyak belajar dan berusaha. Jurnal, lab dan menulis. Laboratorium sebenarnya tak jauh beda dengan di Indonesia, tetapi di tim profesor semua lebih terorganisir. Bekerja dalam satu tim, mempunyai target jurnal terbit tiap tahun. Banyak hal aku pelajari dari sini. Keberanian. Bahasa. Percaya Diri. Keterampilan. Terima kasih Prof Bo yang telah memberikanku kesempatan untuk belajar di sana. Aku ingin lebih baik dari ini.

Tulisan untuk Sahabatku…

*terinspirasi oleh cerita sahabatku ketika orang lain meragukan kemampuannya

menyemangati_diri_sendiri…sebaik-baiknya kita adalah baik di mata Allah.

Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pernah merasakan rekan yang meragukan kemampuan kita? saat dimana kita ingin memberikan yang terbaik, tetapi hasil usaha kita justru diragukan. Memang untuk memiliki keahlian tertentu tidak semua orang dapat memperolehnya dengan mudah, tentunya semua berproses, ada jalan dan ada waktu. Setiap dari kita tentunya ingin memberikan kesan terbaik di mata orang lain, tetapi tentunya juga memperhatikan bahwa sebaik-baiknya kita adalah baik di mata Allah.

 Semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya.

Semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Kita tentunya menyadari bahwa hidup ini penuh proses pendewasaan, proses penempaan diri untuk menjadi lebih “hidup”. Hidup disini bukan hanya hidup dalam artian bernafas, berkembang tetapi juga hidup secara “jiwa”. Bagaimanapun kondisi kita, bagaimanapun orang menilai kita, kita harus tetap memberikan yang terbaik. Jangan sampai terbersit dalam pikiran hal itu membuat kita menurunkan semangat dan motivasi kita.

 …perlu proses, tidak ada yang instan

Kita mungkin punya idealisme tertentu, tetapi kita dihadapkan dengan realita yang ada sehingga terkadang kita harus berdamai dengan idealisme kita. Tetapi bukan berarti menghilangkan idealisme itu. Pelan tapi pasti kita mengubah dan mengarahkan, menjaga idealisme kita menyala dalam gelap. Jika kita dianggap tidak mampu? Mungkin memang belum sepenuhnya kita memampukan diri. Yakin ada proses kesana, bahwa kita mampu, tetapi perlu proses, tidak ada yang instan. Yang penting bukti bahwa kita telah berusaha keras, setidaknya Allah mengetahui niat dan kerja keras kita.

semangat-pagi

 Biarkan angin kencang yang bertiup memperkokoh akar dalam diri sehingga jika ada angin yang lebih kencang kita akan semakin kokoh.

Tentunya kita juga harus mampu merangkul orang yang meragukan kita, bukan membenci. Ternyata dia perhatian dengan kita. Disaat kawan atau rekan lain diam saja, dia ternyata memberikan perhatian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan yang lain. Tentunya kita amat bersyukur, dengan adanya dia kita menjadi sadar bahwa kita harus selalu menunjukkan performa dan hasil terbaik kita. Jika tidak ada hal ini mungkin kita hanya menjadi orang yang berjalan lempeng dan diam saja, menganggap semua telah berjalan sesuai seharusnya. Biarkan angin kencang yang bertiup memperkokoh akar dalam diri sehingga jika ada angin yang lebih kencang kita akan semakin kokoh. Semangat selalu Sahabat, usaha akan sebanding dengan hasil yang kita petik.